Sudah Saatnya Retail Mengubah Cara Menentukan Harga

Banyak bisnis retail masih menggunakan cara lama dalam menentukan harga. Fokusnya sering hanya pada margin, diskon, atau sekadar mengikuti kompetitor. Sekilas terlihat cukup, tapi kenyataannya pendekatan ini sudah tidak relevan lagi di kondisi pasar saat ini.

Perilaku konsumen berubah cepat, persaingan semakin ketat, dan tekanan terhadap profit semakin tinggi. Jika strategi pricing tidak ikut berkembang, maka bisnis akan tertinggal.

Inilah kenapa sekarang saatnya retail mulai memikirkan ulang bagaimana cara mereka mengukur dan menentukan harga.

Masalahnya Bukan di Harga, Tapi Cara Mengukurnya

Banyak perusahaan menganggap bahwa keberhasilan pricing hanya dilihat dari margin atau revenue. Padahal, itu hanya sebagian kecil dari gambaran besar.

Masalah utamanya adalah banyak bisnis masih menggunakan metrik yang tidak sesuai dengan tujuan produk atau strategi mereka.

Misalnya, ada produk yang tujuannya untuk menarik traffic ke toko. Tapi tetap dinilai dari margin. Akibatnya, strategi jadi tidak efektif karena tujuan awalnya tidak selaras dengan cara mengukurnya.

Menurut pendekatan dari Zebra Technologies, setiap jenis pricing sebenarnya punya tujuan yang berbeda. Ada pricing untuk produk baru, ada untuk promosi, dan ada untuk clearance. Semua itu harus diukur dengan metrik yang berbeda.

Setiap Strategi Harga Punya Tujuan Berbeda

Dalam dunia retail, tidak semua harga dibuat untuk menghasilkan profit langsung.

Harga awal sebuah produk, misalnya, lebih fokus pada bagaimana menciptakan ketertarikan dan memastikan produk tersebut laku di pasar. Sementara itu, harga promo harus dilihat dari return on investment, apakah diskon yang diberikan benar-benar menghasilkan penjualan yang sepadan.

Sedangkan untuk markdown atau clearance, tujuannya bukan lagi profit maksimal, tapi bagaimana menghabiskan stok dengan tetap menjaga margin seminimal mungkin.

Jika semua ini diukur dengan satu metrik yang sama, hasilnya pasti tidak optimal.

Pricing Harus Lebih Dekat dengan Realita Lapangan

Salah satu kesalahan terbesar dalam pricing adalah menganggap semua toko memiliki kondisi yang sama.

Padahal kenyataannya berbeda. Stok di satu lokasi bisa menipis, sementara di lokasi lain masih menumpuk. Demand juga berbeda-beda tergantung area.

Karena itu, pricing tidak bisa lagi dibuat secara general. Harus lebih spesifik, bahkan sampai ke level lokasi dan kondisi inventory.

Pendekatan ini terbukti jauh lebih efektif karena harga bisa disesuaikan dengan kondisi real di lapangan. Hasilnya bukan hanya meningkatkan penjualan, tapi juga menjaga profit tetap stabil.

Peran AI dalam Mengubah Strategi Pricing

Dengan kompleksitas seperti ini, jelas tidak mungkin semuanya dilakukan secara manual.

Di sinilah teknologi seperti AI mulai memainkan peran penting. AI mampu mengolah data dalam jumlah besar, mulai dari tren penjualan, kondisi stok, hingga perilaku konsumen.

Dengan data tersebut, sistem bisa memberikan rekomendasi harga yang lebih akurat dan relevan.

Bahkan dalam beberapa kasus, penggunaan AI dalam pricing terbukti mampu meningkatkan penjualan hingga lebih dari dua kali lipat, sekaligus meningkatkan revenue secara signifikan.

Ini menunjukkan bahwa pricing bukan lagi soal intuisi, tapi soal data dan kecepatan dalam mengambil keputusan.

Jangan Hanya Fokus Profit, Tapi Tujuan Bisnis

Kesalahan umum lainnya adalah terlalu fokus pada profit tanpa melihat tujuan bisnis secara keseluruhan.

Padahal dalam banyak kasus, pricing juga digunakan untuk meningkatkan market share, mempercepat perputaran stok, atau meningkatkan customer engagement.

Artinya, keberhasilan pricing harus dilihat dari sejauh mana strategi tersebut mencapai tujuannya, bukan hanya dari angka profit semata.

Pendekatan ini membuat strategi pricing menjadi lebih fleksibel dan lebih relevan dengan kebutuhan bisnis.

Tantangan Terbesar: Cara Mengukurnya

Menentukan metrik yang tepat sebenarnya baru langkah awal. Tantangan berikutnya adalah bagaimana mengukur dampaknya dengan benar.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi hasil penjualan, mulai dari tren pasar, promosi, hingga kondisi ekonomi. Hal ini membuat sulit untuk mengetahui apakah perubahan harga benar-benar memberikan dampak atau tidak.

Beberapa pendekatan seperti perbandingan sebelum dan sesudah perubahan harga, atau membandingkan antar lokasi, bisa digunakan. Namun tetap dibutuhkan sistem yang kuat agar hasilnya akurat.

Tanpa metode pengukuran yang jelas, strategi pricing yang bagus pun tidak akan memberikan hasil maksimal.

Kesimpulan

Dunia retail sudah berubah, dan cara menentukan harga juga harus ikut berubah.

Tidak cukup lagi hanya mengandalkan margin atau mengikuti kompetitor. Pricing harus disesuaikan dengan tujuan bisnis, kondisi pasar, dan data yang ada di lapangan.

Dengan memanfaatkan teknologi seperti AI dan menggunakan metrik yang tepat, bisnis retail bisa membuat keputusan harga yang lebih cerdas dan lebih cepat.

Pada akhirnya, pricing bukan hanya soal angka. Ini adalah strategi yang menentukan bagaimana bisnis bertahan, berkembang, dan memenangkan persaingan di pasar yang semakin kompleks.

IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan Zebra Indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi Zebra.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!